Argentina Seri, Messi Frustrasi

Buenos Aires – Bintang Argentina Lionel Messi tidak menyembunyikan rasa kecewanya setelah diimbangi Bolivia 1-1. Messi frustrasi karena menilai peluang Argentina di depan gawang tidak dibarengi keberuntungan.

Argentina hanya mampu memetik satu poin tambahan tatkala menjamu Bolivia di partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona CONMEBOL, Sabtu (12/11/2011) dinihari WIB. Itupun diraih setelah tertinggal lebih dulu dari sang lawan yang menjadi juru kunci klasemen.

Tim ‘Tango’ sebenarnya tidak tampil buruk-buruk amat atau minim peluang. Ini setidaknya tercermin dari catatan ESPN Soccernet yang menyebut Argentina berhasil membuat 16 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang lawan. Bolivia sendiri cuma membuat lima tembakan, dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.

“Aku frustrasi karena kami memiliki sejumlah peluang tapi kami tidak memiliki keberuntungan, bagaimanapun juga kami harus menang di laga berikutnya,” seru Messi di AFP.

Argentini kini menempati posisi dua klasemen zona CONMEBOL, tertinggal tiga poin dari pimpinan klasemen Uruguay. Pada laga berikutnya, Selasa (15/11/2011), Argentina akan melawat ke markas Kolombia.

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Casillas Ingin Ukir Kenangan Baru di Wembley


London – Iker Casillas akan menyamai jumlah rekor penampilan untuk timnas Spanyol dalam lawatan ke markas Inggris. Torehan itu kian istimewa karena bakal dilakukan di tempat yang juga spesial untuk si kapten Tim Matador.

Selama berseragam Spanyol, Casillas sudah tampil sebanyak 125 kali. Jumlah itu hanya berselisih satu dari raihan kiper legendaris Spanyol Andoni Zubizarreta.

Artinya, Casillas akan menandai laga ujicoba kontra Inggris di Wembley, Sabtu (12/11/2011), sebagai momen untuk menyejajarkan dirinya dengan Zubizaretta sekaligus selangkah lebih dekat untuk mengukir rekor baru.

Yang unik, salah satu kiper terbaik dunia saat ini tersebut ternyata juga punya kenangan khusus di Wembley. Hal itu bermuara pada penampilan pertamanya untuk timnas U-15 Spanyol di Wembley lama pada tahun 1996 silam.

“Aku baru bermain untuk tim yunior (Real) Madrid jadi bisa turun ke lapangan Wembley pada usia 14 tahun benar-benar fantastis,” aku Casillas di AFP.

“Ada banyak kenangan manis di saat itu dan bisa merasakan Wembley baru saat ini akan jadi hal menyenangkan,” lanjut pemain berusia 30 tahun itu.

Kalau Wembley lama sudah menyimpan kenangan tak terlupakan masa remajanya, Casillas pun kini sudah tak sabar untuk membuat kenangan anyar di Wembley baru.

“Aku sangat termotivasi untuk laga nanti. Jika aku bermain di Wembley maka aku akan menyamai rekor Zubizarreta, yang mana adalah hal luar biasa dan sesuatu yang bahkan tak berani aku impikan.”

“Kini aku ingin menikmati hari Sabtu dan menjadikannya sebuah tanggal yang akan aku ingat sepanjang hidupku,” lugas Casillas.

 

sumber

Dipublikasi di Casillas, Wembley | Meninggalkan komentar

Perubahan Strategi Kunci Kemenangan Italia

Wroclaw – Cesare Prandelli mengaku puas dengan kemenangan yang diraih Italia atas Polandia. Ia menyebut perubahan strategi di babak kedua sudah memuluskan timnya meraih kemenangan.

Bertindak sebagai tamu di Wroclaw Stadium, Sabtu (12/11/2011) dinihari WIB, Gli Azzurri menundukkan tuan rumah Polandia 2-0. Dua gol Italia masing-masing disumbang oleh Mario Balotelli dan Giampaolo Pazzini.

Italia sendiri baru bisa unggul lewat Balotelli setelah pertandingan berjalan 30 menit. Pazzini lalu memastikan kemenangan 2-0 untuk timnya lewat golnya di menit 60.

Meski mampu meraih kemenangan, Prandelli mengaku tak mudah menghadapi Polandia, terutama di babak pertama. Namun, perubahan strateginya setelah jeda berhasil menciptakan peluang lebih banyak hingga akhirnya mengamankan kemenangan.

“Polandia memulai pertandingan dengan kuat dan kami berjuang untuk menemukan kedalaman, tapi kami tetap bertahan dan menciptakan beberapa peluang bagus,” ujar pria 54 tahun ini usai pertandingan seperti dilansir oleh Football Italia.

“Kami menginterpretasikan sistem dengan baik dan mungkin di babak pertama striker kami terlalu jauh. Kami bermain lebih baik setelah jeda dan punya peluang lebih banyak untuk melakukan serangan balik dengan cepat.”

Balotelli & Clean Sheet

Mantan pelatih Fiorentina ini juga memberi kredit khusus bagi Balotelli yang baru saja mencetak gol pertamanya bagi tim nasional senior. Ia juga senang timnya berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan.

“Ini sangat berharga, di samping gol yang dicetaknya, dia bermain bagus dan selalu berada di tengah permainan.”

“Pujian untuk Mario dan semua tim. Kemenangan ini penting untuk menjaga keseimbangan dan saya pikir para pemain melakukan pendekatan pada permainan dengan baik, menciptakan satu lagi clean sheet,” tuntasnya.

 

sumber

Dipublikasi di Cesare Prandelli, Gli Azzurri, Italia | Meninggalkan komentar

Lavezzi Selamatkan Muka Argentina

Buenos Aires – Menjamu tim juru kunci Bolivia, Argentina harus ketinggalan lebih dulu. Untung buat Tim Tango, ada Ezequiel Lavezzi yang masih bisa menghindarkan tuan rumah dari kekalahan dan mengamankan satu poin dalam partai yang berakhir 1-1 itu.

Dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona CONMEBOL di Estadio Monumental, Sabtu (12/11) dinihari WIB, tuan rumah Argentina sebenarnya tampil dominan atas tamunya itu.

Statistik Soccernet mencatat Lionel Messi dkk melakukan 16 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Bolivia hanya melakukan lima tembakan yang dua diantaranya mengarah ke gawang.

Namun Argentina justru harus tertinggal lebih dulu lewat gol Marcelo Martins di menit ke-56. Memanfaatkan kesalahan Martín Demichelis, Martins mencuri bola lalu melakukan tembakan dari dalam kotak penalti yang tidak dapat dihalau oleh Sergio Romero.

Selang tiga menit kemudian, Argentina bisa menyamakan kedudukan lewat Ezequiel Lavezzi. Menerima umpan silang dari Fernando Gago, Lavezzi yang baru satu menit berada di lapangan melepaskan tembakan tepat di garis kotak penalti. Sepakannya itu berhasil mengubah skor menjadi 1-1.

Hasil ini menempatkan Argentina berbagi posisi satu klasemen Zona CONMEBOL dengan dengan Uruguay yang baru memainkan dua pertandingan–keduanya kini punya poin empat. Sedangkan Bolivia masih menjadi juru kunci dengan raihan satu poin.

Susunan pemain :

Argentina : Sergio Germán Romero, Nicolás Burdisso, Martín Demichelis, Clemente Juan Rodriguez, Pablo Javier Zabaleta, Javier Mascherano (José Ernesto Sosa 82′), Fernando Gago, Javier Pastore, Ricardo Gabriel Álvarez (Ezequiel Lavezzi 58′), Lionel Messi, Gonzalo Higuaín

Bolivia : Carlos Erwin Arias, Christian Vargas, Ronald Rivero, Luis Alberto Gutiérrez, Luís Méndez, Walter Flores, Jaime Robles, Rudy Cardozo, Ronald Segovia (Edivaldo Rojas Hermoza 52′), Pablo Escobar (José Chávez 84′), Marcelo Martins (A. Andaveris 77′)

Dipublikasi di Argentina, Bolivia, Piala Dunia 2014, Tim Tango, Zona CONMEBOL | Meninggalkan komentar

Kisah Saputra, Loper Koran yang Jadi Juara di Markas Milan

Jakarta – Prestasi memang tidak memandang apakah seseorang berasal dari keluarga kaya atau miskin. Saputra (14), seorang remaja yang sehari-harinya menyambi sebagai loper koran, lolos seleksi tim Indonesian All Star. Bersama rekan-rekan satu tim, ia berhasil mempertahankan gelar juara Intesa Sanpaolo Cup 2011.

Saputra dkk menggondol piala Intesa Sanpaolo Cup 2011 yang digelar oleh klub termasyur di Italia, AC Milan. Intesa Sanpaolo Cup sendiri merupakan turnamen tahunan yang menyedot perhatian di Milan Junior Camp Day. Di final 5 November lalu, para remaja asuhan pelatih Bambang Waskito itu menundukkan tim gabungan Venezuela-Brasil dengan skor 2-0.

Sementara dalam ujicoba dengan para pemain junior AC Milan Soccer Academy yang dihelat setelah kejuaraan selesai, tim Indonesian All Star juga menang 3-2. Tim Indonesian All Star merupakan tim pertama yang mengalahkan tim junior AC Milan yang dilatih dengan ketat.

Saputra pun merasa bangga bisa mempersembahkan hasil tersebut. Stiker tim Indonesian All Star ini menceritakan, kekompakan tim menjadi faktor penentu kemenangan. Selain kompak, timnya mempunyai semangat yang luar biasa sehingga mampu menggunguli 25 negara peserta turnamen sepak bola lainnya.

“Tim Indonesia sangat kompak dan terus banyak sekali motivasi. Kalau mau pas di lapangan semangat semua,” kata Saputra, yang ditemui di sela-sela pertemuan tim Indonesian All Star dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2011).

Saputra adalah remaja kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 6 November 1997. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sejak kelas empat SD, Saputra sudah harus bekerja membantu orangtuanya yang beralamat di Jl Bendungan Lrg, Rawa Laut RT 03 RW 01 No 180/199, Palembang.

Untuk membantu perekonomian keluarga, remaja berambut cepak ini tak sungkan menjadi loper koran. Saban pagi, sebelum berangkat ke sekolah, ia menyetor koran ke lapak-lapak dan pelanggan. Setiap hari, uang Rp 15-20 ribu dikantonginya dari berjualan koran. Uang hasil jerih payahnya itu sebagian ia pergunakan untuk jajan dan sebagian lagi diberikan kepada ibunya yang cuma buruh cuci rumah tangga.

“Aku loper koran dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP. Tapi kelas 3 ini sekolah pagi, jadi cukup untuk langganan bulanan atau di tempat sekolah. Guru-guru kadang beli sama aku,” ucap Saputra.

Sebagaimana anak seusianya di Palembang, Saputra juga gemar olah raga sepakbola. Ia mulai menenekuni sepakbola sejak usia 5 tahun. Beranjak sedikit dari umur belianya tersebut, ia masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Sportivitas di Palembang. Sayang, gara-gara tidak punya uang, Saputra tidak bisa meneruskan latihan di SSB tersebut.

Pada prosesnya, kenang Saputra, ia memperoleh beasiswa sekolah sepak bola dari PT Pusri. Selama 3 tahun ini, ia giat berlatih di Pusri tiga kali seminggu. Namun, di tengah kesibukan untuk latihan rutin Saputra tetap melakukan pekerjaannya sebagai loper koran. Bahkan, dari aktivitasnya sebagai loper koran tersebut ia mengenal banyak pemain Sriwijaya FC dari dekat.

“Aku kebetulan jualan koran juga di mess-nya. Ya, masih sampai sekarang. Biasa ke kamar Arif Suyono, Supardi Nasir, Firman Utina. Jualan koran pagi, tapi kadang nunggu pemain selesai bangun tidur itu lama. Jadi, ya, sudah kumasukin di bawah pintu, siang baru ambil uangnya,” tutur Saputra.

Ke Italia

Saputra tentu ingin meraih meraih prestasi seperti para pemain favoritnya di Sriwijaya FC tersebut. Kesempatan itu pun akhirnya tiba. Tanggal 28 Oktober 2011 lalu, ia mendengar ada penyaringan pemain untuk Indonesian All Star yang akan berlaga di Italia. Bersama temannya, Saputra pun mengikuti seleksi tersebut.

Dengan bekal uang pinjaman Rp 2.000, ia berangkat ke lokasi seleksi di Palembang. Uang itu dibelikan pempek untuk sarapan. Saputra berhasil lolos masuk 250 besar di seleksi pertama. Dan, pada hari berikutnya, tanggal 29 Oktober ia terpilih dalam 60 besar untuk menjalani seleksi di Bali.

“Seterusnya tanggal 29 hari Minggu nggak ada uang, sarapan mie saja sama teh. Udah pas itu saya bangga setelah sore-sore terpilih bisa seleksi 60 di bali. Orangtuaku juga bangga sekali,” ucap Saputra.

Karena berteman akrab dengan pemain Sriwijaya FC, Saputra pun menelepon Supardi untuk mengabarkan keberhasilannya menembus 60 besar. “Pas mau ke Bali itu aku telepon Bang Supardi. ‘Bang aku lolos. Ada nggak saran buat aku biar nggak cepet puas?’ Dari situ aku ada rasa bangga sama dia,” kata Saputra.

Di Bali, Saputra kian memuluskan langkah ke Jakarta. Dalam seleksi di Jakarta, ia berhasil masuk ke 18 besar tim yang diberangkatkan ke Italia atas dukungan PT Pertamina (Persero). Menurut Saputra, resepnya untuk berhasil adalah tidak pernah menyerah atau pasrah kepada keadaan.

“Pokoknya jangan nyerah, deh. Ekonomi itu bukan segalanya hal untuk meraih mimpi atau prestasi. Berani untuk bermimpi dan jangan pernah takut. Semua itu pasti ada jalan,” kata Saputra bijak.

Mengenai rencana masa depan, Saputra mengaku ingin menjadi pemain sepakbola nasional yang handal. Sedangkan dalam waktu dekat ini, ia akan kembali ke Palembang untuk bersekolah dan berlatih lagi di Pusri. Tetap jualan koran?

“Masih-lah. Dari mana aku bisa jajan sekolah sama buat kasih orang tua?” katanya sambil tersenyum.

sumber

Dipublikasi di AC Milan, Intesa Sanpaolo Cup 2011, Saputra | Meninggalkan komentar

PSV ke Jakarta Januari 2012

Jakarta – Klub raksasa Belanda, PSV Eindhoven, bakal datang ke Jakarta pada bulan Januari 2012. Selama di Jakarta, mereka akan menghadapi Indonesia Selection dan Jakarta Selection.

Kepastian datangnya PSV itu disampaikan oleh pihak Saujana Media, selaku promotor, dan PSSI dalam konperensi pers di Hotel Sultan, Kamis (10/11/2011) siang WIB. Kedua laga persahabatan itu diberi titel Jakarta Challenge.

Tur di Jakarta ini dilakukan pada masa winter break Eredivisie. Rencananya, PSV akan melangsungkan laga dengan Indonesia Selection pada 9 Januari dan Jakarta Selection pada 12 Januari. Sepekan setelah laga terakhir, PSV akan berlaga melawan FC Utrecht di Eredivisie.

Pihak promotor menampik kerisauan bahwa PSV hanya akan membawa tim lapis kedua saja. Menurut mereka, di dalam kontrak tertulis bahwa juara Liga Belanda 21 kali itu harus membawa tim utama mereka.

“Dalam kontrak akan datang dengan pemain-pemain utamanya,” ujar S.T. Arasu dari pihak Saujana Media.

Karena PSV bakal menurunkan tim utama, mereka juga mengharapkan PSSI juga menyeleksi pemain terbaik untuk bermain dalam Indonesia Selection. Demikian juga dengan Jakarta Selection.

“Kami harapkan, dari PSSI menyeleksi pemain terbaik, bukan skuad junior. PSV sendiri adalah klub besar sehingga mereka meminta pemain terbaik yang diseleksi.”

“Sementara Jakarta Selection berisi pemain-pemain yang bermain di Jakarta. Entah itu pemain asing atau pemain lokal. Yang penting mereka bermain di kompetisi Liga Indonesia,” tukas Arasu.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyatakan, belum memikirkan siapa-siapa saja yang akan dipilih. Apalagi waktu pelaksanaan pertandingan masih lama.

“Kita tidak kita bicarakan dulu soal ini dengan Rahmad (Darmawan), karena masih konsentrasi dengan SEA Games. Apalagi masih banyak waktu. Begitu juga dengan Wim (Rijsbergen), karena harus konsentrasi dengan Pra-Piala Dunia. Nanti mungkin akan kita bicarakan apakah akan mengkombinasikan kedua tim atau tidak,” ucapnya.

sumber

Dipublikasi di Indonesia, PSV | Meninggalkan komentar

‘Inggris vs Spanyol Laga Prestisius’

Madrid – Xavi Hernandez menyebut laga antara Inggris vs Spanyol akhir pekan ini, Sabtu (12/11/2011), tetaplah sebuah laga prestisius, meski statusnya hanya laga persahabatan.

Inggris akan menjamu juara dunia 2010 itu dalam laga persahabatan di Wembley hari Sabtu mendatang. Laga ini akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam persiapan menghadapi Piala Eropa 2012.

Fabio Capello sudah mengatakan bahwa Spanyol adalah tim terbaik di dunia. Oleh karenanya ia akan menganggap laga persahabatan ini sebagai sebuah laga yang serius.

“Spanyol adalah tim terbaik di dunia. Ini adalah laga persahabatan yang penting,” ujar pelatih asal Italia itu pada harian Marca.

Di sisi lain, Xavi menyebut bahwa Inggris tetaplah tim besar, meski mereka belum pernah meraih gelar juara di turnamen internasional selain Piala Dunia 1966. Atas pandangan itu, gelandang Barcelona tersebut pun menyebut duel Inggris vs Spanyol ini adalah laga prestisius.

“Ini bukan pertandingan persahabatan biasa. Tapi, ini adalah laga prestisius,” ujarnya seperti dikutip oleh Daily Mirror.

“Kami adalah juara Piala Dunia dan Inggris adalah tim besar. Tantangan kami adalah memberikan kesan yang bagus dan memenangi pertandingan.”

Xavi kemudian menambahkan, berkat permainan gemilang mereka di Piala Dunia, Spanyol tak pernah lagi diharapkan untuk tampil biasa-biasa saja. Ini pun menjadi tekanan tersendiri untuk mereka.

“Dari sukses kami di Piala Dunia, kami diharapkan untuk menunjukkan level permainan yang sama di setiap pertandingan. Itu memberikan beban tersendiri,” tukasnya.

( roz / din )

sumber

Dipublikasi di Inggris, Spanyol | Meninggalkan komentar